bunga-bunga ganja betebaran diatas meja
ibu memetik 3, saya rakus ingin semuanya
ibu berkata,
"sia-sia kamu menyekat udara, ananda"
saya balas saja,
"di utara hampa udara ibunda, jadi tak mengapa"
saya sodorkan pipa
ibu terkekeh dengan apa yang berterbangan diatas sana
"jadikah tiba? ooo.. penghancur raga"
aku bingung harus bereaksi apa
karena dia sudah terlanjur percaya matahari mendapat cahaya dari Hemera
sedang saya percaya surya yang bertempat tinggal di atas sana
tiba-tiba pintu terbuka...
ayah tiba..
kami berdua pura-pura sedang membaca
ibu mengambil "Mantra-Mantra Pengikat Hati Pria"
saya kebagian "Kitab Suci Weda"
hyaudah mati aja!